Tulisan ini hanya akan menyoroti mahalnya biaya transportasi dalam sebuah ekspedisi.


Kamis, 16 Pebruari 2006 sekitar pukul 20.00 WIB ane mengangkat telepon dari nomor simpati yang belum terdaftar di handset ane.

“Assalamualaikum, ini siapa?”

“Ini Toyib, Kak.”

“Kau dimano? Baru turun dari Dempo, yah?”

“Kami sekarang ado di tempat Kak Puda, kakak ke sini bae.”

“Tunggulah, aku segera ke sano.”

Sampai di tempat kak Puda, mereka (Sekon, Fatimah, dan Erlin) sedang asyik ngobrol dengan keluarga kak Puda ditemani rokok dan kopi hangat. Asyik nih. Malam itu, ane ajak ketiga orang yang baru pulang Diklat tersebut untuk menginap di Kantor Simpul Linggau di Watervang.

Jum’at, 17 Pebruari 2006, dari rumah kak Puda, pukul 16.30 kami berempat jalan kaki ke stasiun (lho, stasiun?). Emang stasiun, koq. Karena sore mobil ke arah Curup banyak yang mangkal di stasiun menunggu kedatangan penumpang kereta api Serelo dari Palembang, jadi kami tidak perlu ke terminal.

“Kemano? Curup?” tanya seorang sopir angkot yang kami temui di depan stasiun.

“Langsung yo, kak?”

“Iyo. Nak mendaki Kaba, kan?”

Sedikit khawatir, akhirnya kami naik ke angkot tersebut. Kekhawatiranku akhirnya berbuah kejengkelan. Sopir angkot tersebut calo angkutan ke Curup, si sopir mengantar hanya sampai terminal Watas dan dengan berat hati kami bayar sesuai tarif yang berlaku, 10rb untuk 4 orang. Ane tidak tahu, berapa rupiah sopir itu dikasih oleh calo terminal. Yang jelas, calo terminal merasa tertipu oleh sopir angkot tersebut, karena kami dikira akan ke Curup, padahal hanya sampai Simpang Bukit Kaba. Calo terminal minta kami membayar 15rb per orang, artinya kami harus keluar 60rb lagi. Tawar menawar, akhirnya sepakat kami harus membayar 50rb untuk sampai ke Simpang Bukit Kaba (Tarif sebenarnya adalah 8rb per orang). Berapa yang harus kami bayar bila naik dari stasiun???..

Dari Simpang Bukit Kaba, kami naik ojek sampai pintu rimba dan membayar ongkos ojek 7,5rb per orang (tarif sebenarnya 6rb), lho! “La malem, mas.” Katanya memberi alasan.

Sabtu, 18 Pebruari 2006, dari Bukit Kaba sampai ke Lubuklinggau, kami mengeluarkan ongkos sebesar 55rb rupiah. Jadi pada ekspedisi ini ongkos transport yang dikeluarkan Lubuklinggau - Bukit Kaba PP adalah sebesar 145rb rupiah untuk 4 orang atau Rp.36.250,- per orang. Bila di kalkulasi secara ekonomi, ternyata biaya transportasi mencapai 80% dari total biaya ekspedisi. Ini menjadi pelajaran berharga dalam manajemen ekspedisi, karena tidak ada harga pas untuk biaya transportasi. ;-)abz.