Pertamina jago kandang, hmm.. siapa bilang? Yang berpikiran Pertamina jago kandang, pasti tidak suka memperhatikan berita di televisi, membaca koran, atau melirik media terbitan Pertamina dan hanya suka pada infotainment gosip murahan tentang artis yang kawin cerai.

Sepuluh tahun terakhir Pertamina mengalami perubahan yang cepat. Pertamina mengincar sumber-sumber migas di luar negeri. Awalnya memang join dengan perusahan migas luar negeri kemudian mulai merambah ke manca negara.

Saat ini Pertamina mengelola ladang migas di Irak, Malaysia, Libya, Sudan, Qatar, dan Australia dan mengakuisisi ladang lepas pantai di utara jawa barat milik BP West Java Ltd. Bukankah ini sangat membanggakan bangsa Indonesia? Pertamina semakin dekat menjadi National Oil Company (NOC) kelas dunia.

Pertamina melakukan tiga terobosan penting. Pertama, Pertamina merambah ladang-ladang minyak di beberapa negara. Kedua, Pertamina tidak hanya menggarap ladang minyak di darat, tetapi sudah merambah ladang minyak lepas pantai. Ketiga, Pertamina berani mengakuisisi blok-blok migas dan membeli Participating Interest blok yang masih ekonomis.

Industri hulu Pertamina telah bermetamorfosis, begitu pun industri hilirnya. Pertamina berani berkompetisi dengan perusahaan kelas dunia dalam menyediakan Pelumas berkualitas tinggi, bukan hanya di dalam negeri, juga meluncurkan pelumas untuk pasar konsumen di negeri kangguru. Ini salah satu bukti slogan “Kerja Keras adalah Energi Kita”.

Mudah-mudahan semangat Pertamina menjadi Perusahaan Minyak Nasional kelas dunia dapat cepat terwujud. Seperti harapan saya dalam mengikuti:

Pertamina Blog Contest